Menolong pun Harus Selaras

Tahun ini adalah tahun kedua tukang rajutnya CUBBYKNOT ikutan acara charity barengan sama temen-temen kampusnya. Tahun ini, setelah voting, ditetapkanlah 'Shoes to School' sebagai acara charitynya. Ya kayak judulnya aja, charity-nya bagi-bagi sepatu di salah satu sekolah yang pernah kita survey. Tepatnya ke Yayasan Riyadussholihin, di Cigombong - Bogor. Asli sekolahnya itu lumayan jauh, lumayan butuh tenaga untuk mencapainya. Melewati jalan kampung yang naik-turun. Sedikit berasa kayak touring deh. 

Alkisah, keputusan sudah dibuat, kampanye soal kegiatan ini juga udah disebar via sosmed, mulut ke mulut, bahkan melalui  kitabisa.com . Pokoknya semua cara kita coba deh untuk mengumpulkan dana ini. Bahkan nih ya, minggu kemarin (12/6) temen-temen dari Komunitas 502 jualan takjil sambil ujan-uajan dan agak dijutekin tukang ojek setempat (dianggap merebut lapaknya) demi mengumpulkan rupiah demi kelangsungan acara. Sayangnya, hasilnya belum sesuai ekspektasi. Hohoho... ini bukan mengeluh yaaa... hanya bercerita ajah.

Somehow (please forgive me for thinking or saying this) untuk pengumpulan dana tahun ini tersendat banget deh. Udah hari gini tapi dana yang masuk belum setengahnya. It's a little bit frustrating, I had to admit. At least for me personally. Temen-temen yang tahun lalu antusias membantu, tahun ini biasa aja. Datar aja. Proposal yang saya sebar juga belum ada hasil yang positif, sejauh ini. Sebelum Ramadan, masih bisa menghibur diri, mungkin nanti pas mulai puasa, mereka lebih semangat berbagi. Hari ini sudah masuk hari ke 8 dan belum ada pemasukan yang signifikan. Malah ada beberapa yang menolak dengan beragam sebab. Rasanya?? argghh... antara gemes dan sedih bercampur jadi satu. Yang ada ... pening. #sigh

Mulailah menelaah, dimana salahnya, dimana kurangnya? Bukankah yang kami rencanakan ini baik? Lalu mengapa terasa sulit.

Hmmm.... teringat akan pelajaran tentang keselarasan, tentang kesamaan gelombang. Lalu teringat pula perjalanan awal survey sekolah yang salah satunya adalah Yayasan Riyadussholihin. Dari awal, Bapak Pengurus Yayasan itu (Pak Ade) seakan berada dalam bimbang. Disatu sisi, beliau teramat senang karna pada akhirnya ada orang yang berminat membantu sekolahnya. FYI, menurut Pak Ade, selama sekolah itu berdiri, belum pernah mendapat bantuan dari pihak manapun, baik swasta maupun pemerintah. Di sisi lain, aku paham betul bahwa yang jadi keinginan, tepatnya kebutuhannya adalah pembuatan pagar di lantai atas dan tambahan buku pelajaran untuk anak-anak di sana karna selama ini pihak sekolah meminjam dan mengkopi dari sekolah lain yang lebih baik kondisinya. Saat survey pun, dari awal sampai akhir, yang disebut si Bapak berputar dipagar sekolah. Pun ketika beberapa kali beliau sms-an dengan tim survey. Nampak sekali kalau beliau mengharapkan sumbangan yang datang bukan berupa sepatu, melainkan bantuan untuk sarana sekolahnya. Semakin dipikir, semakin terbayang bahwa ketika Komunitas 502 berdoa demi kelancaran Shoes to School, mungkin di Cigombong sana, Pak Ade sedang merayu Allaah untuk mengirimkan tangan yang bisa membantu pembangunan pagar sekolahnya. Singkatnya.. antara kami disini dan Pak Ade disana, tidak selaras. Dan walaupun Pak Ade pernah bilang 'gpp dibantu sepatu juga' mungkin lubuk hatinya meneriakkan doa lain.  Mungkin, ini mungkin loh... ini lah kenapa acara kali ini terasa lebih sulit dalam pengumpulan dananya. Antara yang berniat membantu dan yang membantu tidak berada di gelombang yang sama. Jadinya tabrakan deh.

Makin dipikir, makin terbayang kalimat seorang rekan.
 Allaah memberikan yang kita butuhkan, bukan yang kita mau.
Sekarang, pr besarnya adalah mempersiapkan diri untuk menerima semua keputusan Allaah. Kalau ga sampai memenuhi target, ya mungkin jawaban sederhananya adalah, Riyadussholihin lebih membutuhkan hal yang lain dan sepatu bukanlah prioritas mereka. As simple as that. Dan bukankah kalau berniat membantu, harus juga disesuaikan dengan kebutuhan mereka? Berlapang hati itu ga mudah, ada ego bermain disitu. Ada sisi 'aku' yang sering menyeruak minta diperhatikan sehingga terkadang mengabaikan banyak hal.

Doakan kami ya, agar bisa menerima sebaik-baiknya ketetapan Allaah.

Aamiin.



No comments

Thank You for stopping by. Have a super great day ^^